Berita Sumsel

Kurang kelas, Siswa Belajar di Sanggar Seni, Mahmud : Tahun 2019 Mudah-Mudahan di Tambah

on

MUARA ENIM, Sumseltoday.com – Jumlah siswa yang terus bertambah, membuat sejumlah siswa baru tidak kebagian ruangan kelas.

SMP Negeri 1 Belimbing tahun ajaran 2017-2018 menerima siswa baru sebanyak 217 siswa. Berdasarkan Permen Diknas No.25 dan No. 26 Tahun 2017, setiap kelas maksimal berisi 32 peserta didik.

Agar sesuai dengan Permen tersebut, 217 siswa harus dibagi ke dalam 7 ruang kelas. Namun karena kekurangan ruang kelas, siswa baru terpaksa belajar di sanggar seni dan Laboratorium IPA.

Kepala SMP Negeri 1 Belimbing Dewi Ratna Sari mengatakan, tahun 2017 pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan dua ruangan kelas baru kepada Pemda Muara Enim.

Dari hasil pengajuaannya proposal tersebut, SMP Negeri 1 Belimbing dimasukan kedalam list untuk pembangunan satu gedung yang terdiri dari dua buah ruang kelas baru dan bantuaan empat buah pintu WC sekolah.

“Kita sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk penambahan dua ruang kelas baru. Dari ajuaan itu kita masuk daftar untuk dibangunkan ruangan pada tahun 2018 ini. Namun hingga sekarang pembanguan gedung tak kunjung dibangun,” tutur Dewi ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Dewi, informasi yang mereka terima dari Dinas Pendidikan Muara Enim, anggaran pembangunan ruang kelas dibatalkan oleh Badan Anggaran. Pihak sekolah kemudian terpaksa menggunakan ruang sanggar seni dan Laboratorium IPA sebagai ruang kelas tambahan.

“Kita terpaksa menggunakan sanggar seni dan Laboratorium IPA untuk mengatasi kekurangan ruangan ini dan terkait mobiler kita usahakan memperbaiki eks mobiler yang sudah rusak serta kekurangannya kita lakukan pembeliaan menggunakan dana BOS,” lanjut dia.

Sementara, saat ditemui, Senin (05/11/2019). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim melalui Kasi Sarana dan Prasarana Bidang SMP, Mahmud SH membenarkan telah menerima proposal pengajuan untuk penambahan ruang kelas, karena memang kondisi ruang kelas sekolah tersebut memang kurang.

“Sudah kita rapatkan di Bapeda, mudah-mudahan tahun 2019 ini terealisasi. Tinggal nunggu ketuk palu saat sidang paripurna akhir bulan ini,” ujar Mahmud. (Danu)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *