Ogan Komering Ulu

Anggota Dewan Tanggapi Serius Polemik Petugas Kebersihan Yang Batal Berangkat Umroh

on

Baturaja, Sumseltoday.com – Terkait berita sembilan petugas kebersihan di lingkungan Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) OKU yang batal umroh gratis. Umroh gratis yang dijanjikan Pemkab OKU batal dilaksanakan lantaran pihak pemenang tender putus kontrak.

Proyek yang menelan angka ratusan juta rupiah tersebut diperuntukkan bagi sembilan petugas kebersihan, namun pada kenyataannya gagal untuk direalisasikan. Walaupun sudah berjalan sesuai tahapan-tahapan, mulai dari proses tender hingga penandatanganan kontrak.

Tapi sayang sekali ke sembilan pahlawan kebersihan batal berangkat umroh, pihak PT Kafilah Suci Wisata selaku pemegang tender dianggap tidak becus dalam menangani permasalahan penganggaran keuangan sehingga menyebabkan dinas terkait membatalkan kegiatan.

Terkait polemik ini, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Komisi I, Sri Mulyadi SE, M.Si menanggapi serius permasalahan ini.

“Permasalahan ini harus kita lihat dari berbagai aspek, Pertama Aspek penganggaran. Seharusnya tidak ada istilah tidak cukup kalau ketika awal penganggarannya memang sudah dikaji secara mendalam. Namun kadang-kadang kita sering menetapkan angka tanpa menilai kebutuhan” ujar Sri Mulyadi kepada Sumseltoday.com (20/10/2017).

Terkait masalah pemutusan kontrak oleh Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) terhadap pemenang tender PT Kafilah Suci Wisata, anggota DPRD Sumsel Fraksi Golkar Dapil V ini menilai seharusnya tidak ada pemutusan kontrak.

“Yang kedua, soal kontraktor. Selama itu dilakukan tender secara benar tentu seharusnya tidak ada pemutusan kontrak. Bukan suatu alasan soal benefit atau tidaknya. Selama kontraktor itu pemenang tender dan sesuai aturan berarti layak dia melaksanakan tender tersebut” sambung Sri Mulyadi.

Polemik ini berdampak batal berangkatnya para pahlawan kebersihan kabupaten OKU untuk Umroh, padahal merekalah yang berperan besar bagi pemkab OKU dalam meraih prestasi piala Adipura. Sri Mulyadi menyarankan kepada dinas terkait untuk mencarikan solusi supaya para pahlawan kebersihan ini tetap berangkat umroh.

“Soal petugas kebersihan, Ini yang penting. Apapun alasannya mereka inilah pahlawan kebersihan kita. Seharusnya polemik ini jangan mereka dikorbankan” tegasnya.

“Saya berharap semoga polemik ini ada solusinya sehingga para petugas kebersihan tersebut tetap bisa di berangkatkan umroh” pungkas Sri Mulyadi. (Rwl)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *