Berita Sumsel

Kombes Pol Herry Nixon S Dilaporkan Ke Mabes Polri

on

PALEMBANG,Sumseltoday.com–Kasus dugaan penganiayaan, penculikan dan perampokan yang diduga dilakukan  Kombes Pol Herry Nixon S SIk berlanjut ke Divisi Propam Mabes Polri.
Pihak Pelapor H Ade Okta Saputra, meneruskan langkahnya untuk  menggeret pamen yang bertugas sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Ops Sops Mabes Polri ke dalam masalah kedinasan. Dengan melaporkan ke Kadiv Propam Polri, sesuai bukti laporan yang diterima Brigadir Hendro Christianto dengan Nomor : SPSP 2/2672 / IX / 2018 / BAGYANDUAN.

“Kami hanya meneruskan langkah kami untuk melaporkannya ke Propam. Dalam hal ini kami melaporkan secara kedinasan, atas dugaan penyalahgunaan wewenang, ketidakprofesionalan dan arogansi yang dilakukan beliau beserta satu anggota Polsek Sako, Polresta Palembang,” ujar  M Aminnudin SH Selaku Tim Kuasa hukum pihak Ade saat dihubungi wartawan, Senin (03/09).

Sebelumnya, pihak kuasa hukum H Ade Okta Saputra yakni M Aminuddin SH, Ridho Junaidi dan Aan Rizalni SH mengatakan, mereka sempat melaporkan Kombes Pol HN ke SPKT Polda Sumsel atas tindakan penculikan, penganiayaan, perampokan, pengerusakan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur pada tanggal 31 Agustus 2018, ketika berada di Jalan Sukatani Kecamatan Sukarami pada Jumat (30/8) pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka beret dilengan, dada dan kaki. Sementara istri korban, RA Gita Oktarini nyaris keguguran, sedangkan anaknya Aj (11), Wt (17) dan Nd (17) mengalami truma. Tak hanya itu, kerugian materil seperti mobil, handphone dan jam milik warga Komplek The Green Catleya Residence Blok K-30 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sukarami hilang.

Dijabarkan Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumsel ini, sempat pihak Kombes Pol HN menyangkal semua pasal yang kami laporkan. Namun, dalam hal ini penyidik pasti mengumpulkan data dan bukti-bukti serta fakta hukum, bukanlah penyidik mengejar pengakuan  terlapor.

“Kita sudah serahkan semua vidio dan foto, ulah beliau (Kombes_red) saat kejadian ke penyidik propam. Kita dapatkan bukti itu, pungkas Amin

Tak hanya itu, advokat yang kerab dikenal dengan panggilan Amin Tras ini akan mengadukan Kombes Pol HN ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Perlindungan Perempuan karena diduga telah melakukan teror satu keluarga, apalagi isteri korban dalam keadaan hamil empat bulan.

“Untung saja kandungan isteri korban bisa diselamatkan, karena buru-buru ke dokter sesaat usai kejadian malam itu. Yang, masih membekas, trauma anak-anak korban, yang pada malam itu ayahnya diculik, dipukuli dan mobil ditembaki, masih membekas dibenaknya. Semua itu hanya karena dendam lama dalam berbisnis,” ucap Amin.

Diketahui, pada bulan Juli 2018, Kombes HN melaporkan korban atas perkara penipuan cek kosong. Kita apresiasi langkah hukum yang diambil, namun seorang Polisi dilevel Pamen, tidak sabar menunggu proses hukum, sehingga menciptakan masalah hukum baru,” pungkas Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumatera Selatan ini. (**)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *