Banyuasin

Ketua RT 6 Bedeng Tujuh Menjarah Sopir Truk

on

MUBA – Banyuasin Online. Bukannya menolong pengendara yang mengalami kecelakaan, oknum Ketua RT yang satu ini malah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Selain menjarah muatannya, dia juga malah meminta, bahkan diduga memeras sopir truk dengan dalih membantu memuat dan menjaga keamanan.

Ulah perbuatan tersebut, Hindarto (33) yang merupakan Ketua RT 6, Dusun Bedeng Tujuh, Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba kini harus meringkuk di jeruji besi setelah ditangkap aparat Polsek Tungkal Jaya. Selain dia petugas juga menangkap lima warga desa Peninggalan yang juga ikut menjarah masing-masing Herman, Ogi, Ahmad Sukri, Parozi dan Yadi.

Bagaimana kejadiannya? Kasus bermula ketika truk bermuatan kopi instan berbagai merek, nopol B 9581 TYV yang disopiri Sigit Kaseno (41) warga Kalianda, Lampung bersama kernetnya Zami, mengalami kecelakaan di Jalintim Palembang-Jambi, RT 6, Dusun Bedeng Tujuh, Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba, Sabtu (30/4) maghrib.

“Pak RT datang. Dia ajak nego pak, mereka bantu bongkar sekaligus keamanannya barang tidak diambil. Pertama mereka minta 10 juta, setelah nego akhirnya jadi 4 juta. Sebetulnya mahal, karena biasanya paling 2 juta. Tapi karena dia bilang dijamin aman, kita sepakat,” ujar Sigit, sang sopir di Mapolsek Tungkal Jaya, kemarin.

Namun kenyataan saat bongkar muat, malamnya datang warga lain dari desa peninggalan dengan sejumlah motor ikut menjarah muatan hingga ratusan dus. “Padahal dijanjikan aman, tapi dijarah. Malah kita dapat info pak RT yang menyuruh, makanya bos kita gak senang dan suruh lapor polisi,” ujarnya.

Sementara, tersangka Hindarto mengaku ikut menjarah. Namun dia membantah menyuruh warga menjarah. ”Saya ambil kopi sekantong itu karena tercecer saja pak gak termuat lagi di truk,” akunya.

Soal tudingan memeras dia juga membantah, dia menyebut uang tersebut hasil negosiasi dan kesepakatan bersama antara sopir dan warga yang bantu bongkar muat. “Ada 23 orang yang ikut bongkar. Uangnya kita bagi Rp130 ribu masing-masing, saya juga dapat segitu. Memang saya yang nego, tapi atas permintaan kawan yang lain,” elaknya.

Kapolsek Tungkal Jaya, Iptu Dedi Harianto mengatakan, aksi warga menjarah truk membuat keresahan. “Karenanya kita proses, apalagi ini ada ketua RT yang harusnya melindungi dan mengayomi. Kita juga mengembangkan dengan mengejar pelaku lain yang terlibat,” pungkasnya. (an)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *