Banyuasin

Kepala PDAM Banyuasin Buka Suara Soal 4400 Liter Solar

on

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Kepala PDAM Tirta Betuah Noor Yosef menyatakan, 4400 Liter Solar dari PDAM Tirta Betuah di Dusun l Desa Tanjung Menang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, merupakan pinjaman solar dari Dinas Pengairan Banyuasin yang dibeli dari Pertamina Palembang. Peminjaman itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak agar mesin operasional PDAM tetap bisa beroperasi.

“Solar tersebut sengaja dipinjam dari PU Pengairan, kebutuhannya memang mendesak  untuk operasional Imtek (mesin sedot air dari sungai ke darat) di boster PDAM Sembawa. Kalau terhenti mesinnya, air tidak bisa dialirkan dan akan berdampak pada pasokan air bersih ke masyarakat,” kata Yosef, Kamis (12/5).

Lanjutnya Bupati Banyuasin menunjuk dirinya untuk menjadi PLT di perusahaan air bersih tersebut, terhitung sejak (18/4) lalu, dan baru 2 minggu menjabat untuk membenahi manajemen PDAM” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan,  tanggal (21/4) meminta seluruh unit membuat laporan dan berita acara serah terima, baik berita acara aset, keuangan, kepegawaian, hingga operasional mesin. Ternyata data itu tidak ada laporannya dan tidak pernah disimpan oleh pegawai, bahkan salah satu pegawai mengatakan jika akan mengambil data cabang PDAM.

“Selama ini laporannya tidak ada, saya intruksikan segera membuatnya dan mengumpulkannya,” bebernya.

Dari laporan itu di dapati jika keuangan PDAM mengalami minus, hingga terlilit hutang kepada pihak PLN, namun selama ini tidak diberitahukan kepada Pemerintah Daerah. Kemudian  Selasa (26/4) lalu, Unit Boster PDAM Tirta Betuah di Desa Tanjung Menang melaporkan jika persediaan minyak solar sudah minim, bahkan bertahan hanya dua hari untuk genset yang harus beroperasi selama 22 Jam dalam satu hari, untuk menyuplai air bersih diwilayah tersebut. Kemudian Kamisnya (28/4) dipastikan solar akan habis pada pukul 02.00 pagi.

“Saya berinisiatif untuk menghentikan sebentar oprasional mesin tersebut, untuk mencari pinjaman minyak dari distributor minyak solar, karena kondisi kas saat ini kosong,” ujarnya.

Setelah dicek ternyata  jika selama ini memang pihak PDAM Tirta Betuah membeli minyak solar bukan dari Pertamina langsung, melainkan dari wilayah Medan. Itu diketahui dari nota yang didapatkan dari salah satu pegawai. Alasannya takut pengiriman tidak lancar dengan jalur resmi,” sambung Yosef.

“Awalnya saya ingin meminjam solar dari distributor solar langganan PDAM selama ini, agar mesin tetap bisa beroprasi, ternyata ketika saya baca dan tanya kepada pegawai, mereka bukan membeli dari Pertamina Palembang selama ini, melainkan dari Medan, jadi langsung saya urungkan niat meminjam solar dari distributor,” katanya.

Akhirnya Ia berinisiatif untuk meminjam solar dari Dinas PU Perairan, sekaligus menanyakan kepada Kepala Dinas Perairan, tetang minyak yang mereka beli secara resmi dari Pertamina dan bisa tidak malam ini dikirim ke PDAM.

Namun ternyata harus menggunakan MOU untuk pengajuan dan harus  menunggu prosesnya sekitar 2 sampai 3 hari, terlebih harus membayar secara tunai, baru solar tersebut dikirim oleh Pertamina.

Tetapi PU Perairan masih memiliki stok solar yang baru datang dengan kondisi dalam drum dan belum digunakan. Solar itulah yang kita  pinjam sementara untuk melanjutkan operasional mesin air PDAM Desa Tanjung Menang, dan sambil menunggu perjanjian  pengajuan pembelian solar secara resmi kepada pihak Pertamina Palembang.

“Minyak belum digunakan, jadi kita pinjam karena kebutuhan yang mendesak dan akan dikembalikan setelah MOU tersebut disetujui. Mereka pun percaya meminjamkan solar yang belum digunakan karena proses MOU ajuan pembelian minyak  yang dilakukan PDAM ke pertamina resmi dan jelas,” terangnya.

Ia menegaskan, jadi jika minyak yang ditemukan dalam gudang PDAM itu itu bukan minyak ilegal tanpa surat pembelian ataupun pengiriman, tetapi memang solar yang dipinjam dari PU Perairan.

Selama ini baru didapati jika PDAM membeli dari agen ataupun pengirim yang tidak resmi. Bahkan dirinya sudah menghadap Bupati Ban,yuasin terkait masalah ini, serta langsung berkoordinasi kepada pihak kepolisian terkait penggerebekan yang mengisukan adanya solar ilegal di PDAM atas perintah dirinya. “Sebenarnya ketika saat ditunjuk oleh Bupati Banyuasin sebagai Plt beliau sudah mengetahui permasalahan dan kondisi managemen PDAM selama ini, makanya harus diperbaiki,” tandas Yosef. (Click/bo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *