Ekonomi

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar dan Kepala UPTD Pasar Pangkalan Balai Dipanggil Komisi II

on

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Setelah melakukan inpeksi mendadak (inpeksi) ke Pasar Rakyat Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, DPRD Banyuasin memanggil Kepala Dinas Pengelolaan Pasar dan KUPTD Pasar Pangkalan balai terkait temuan mereka saat sidak.

Pertemuan dilakukan di ruang rapat komisi II DPRD Banyuasin ini dihadiri Ketua Komisi II. Arisa Lahari, Imam Mahmudi, dan Mat Nawir, dari pihak Dinas Pasar dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pasar. Drs, M. Yusuf Msi. Kepala UPTD Pasar Pangkalan balai Mul’in SE.

Dalam rapat dewan mempertanyakan isu adanya dugaan jual beli lapak yang mencapai Rp. 20-50 juta. Atas pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Drs M Yusuf MSi dan Kepala UPTD Pasar Pangkalan Balai Mul’In membantah adanya biaya bagi para pedagang yang menempati los ataupun kios di Pasar Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin. Begitu juga pedagang yang menempati los dan kios merupakan pedagang lama yang memang terdaftar.

“Ngak benar kalau disebut ada uang tebusan Rp 20-Rp 50 juta,”kata M Yusuf yang juga diamini Mul’in saat rapat di Komisi II DPRD Banyuasin, Senin (16/5/2016).

Ditambahkannya, Khusus pedagang lama semuanya tertampung di los dan kios yang dibangun dengan biaya APBN.

“Tidak ada pedagang baru menempati los dan kios tersebut, termasuk uang tebusan sama sekali tidak ada, “katanya.

Masih kata Yusuf, yang ada pedagang membayar uang untuk membuat rolling dor di los yang dibangun tersebut.

“Los ini memang dari awal pembangunan tidak ada rolling dor, dan biayanya memang kami ambil dari para pedagang itu sendiri. Bahkan rolling ini kami bangunkan lebih dulu karena pedagang tidak mau pindah kalau rolling belum dibuat,”katanya.

Dijelaskannya, Untuk pedagang swadaya jelas Yusuf memang tidak punya tempat dan mereka membangun lapak atas biaya sendiri dan sifatnya hanya menumpang.

“17 pedagang manisan dan buah yang berjualan di badan jalan merupakan  pedagang swadaya, pedagang Swadaya artinya tidak punya tempat, cuma numpang dan izin ke unit pasar, kalau diizinkan baru dibangun,”katanya.

Bahkan terang Yusuf kepala UPTD Pasar di Pangkalan Balai di isukan beli mobil pajero yang diduga dari hasil pengutan kios dan los dari pedagang.

“Inilah pasar, satu saja yang buat isu langsung menyebar. Padahal mobil itu bukan milik kepada UPTD tetapi mobil salah satu anggota Polres Banyuasin yang kita pinjam,”katanya. (Bi)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *