Ogan Komering Ulu

Kepala Desa Marta Jaya Akui Adanya Potongan Dana Desa (DD) Oleh Kecamatan dan PMD

on

Baturaja, Sumseltoday.com – Tugas seorang wartawan/pers adalah menyampaikan penemuan atau konfirmasi terlebih dahulu sebelum berita diterbitkan, sehingga berita yang sampai ditengah” masyarakat benar benar sesuai dengan fakta dan keadaan yang sebenarnya.

Pembangunan normalisasi embong dan saluran air, Desa Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) provensi Sumatera selatan (Sumsel) lokasi Pembagunan Marga makmur yang menggunakan dana desa (APBD) tahun 2018. Setelah diteliti dan disurvei dilapangan diduga tidak sesuai dengan Volume pengerjaan, tertera dipapan proyek atau informasi proyek pp, ukuran P. 30M X 40M X 1M PP berbalik keadaan informasi Proyek pp. P. 40M X 30M X 1M PP, jelas adanya ketidak selarasan pada sebuah pembangunan.

Menurut keterangan salah salah seorang warga dengan inisial ARN dia mengatakan dana untuk normalisasi embong atau saluran air marga makmur, desa marta jaya kec.Lubuk Raja, dengan dana desa( DD) Rp. 44.996.000. Termasuk pembuatan pintu air dikerjakan secara gotong royong oleh warga, dan dana desa( DD) pembuatan saluran air embong tersebut dialokasikan kepada kegiatan untuk memperingati HUT RI sendangkan kegiatan HUT RI itu sendiri masih memangkas Donasi dari masyarakat, Rp 10.000 per KK ungkapnya, Arm juga menjelaskan pelaksanaan waktu proyek embong saluran air itu 30 hari kerja, sendangkan fakta dilapangan 5 hari kerja selesai, dan juga ukuran yang dibuat oleh pak kades sekarang P. 20M x 25M x 1M ungkapanya

Kesimpulanya kemana dana desa (DD) dari APBD tersebut, Untuk Alokasi pembangunan normalisasi embung saluran atau apa. Saat dikonfirmasi kepada kepala Desa Marta Jaya kec. Lubuk Raja Kabupaten OKU, M.Shobirin mengatakan warga mana yang berbicara, kata siapa hal tersebut, kalau mau diukur silahkan ukur dengan nada arogan beliau menjawab, M.Shobirin juga mengatakan, orang mana yang berbicara, diukur dahulu, kata wong bae, dengan nada ketus, terbatuk batuk, kalau informasi tidak akurat jangan dipertanyakan, nanti malu sendiri tuturnya M shobirin kepada awak media, jadi pembangunan embong saluran kami tidak ada yang kurang, karena masyarakat sendiri yang mengawasi dan kami ajurkan, karena program ini sebagai kenangan kenangan selagi saya masih menjabat,

Kalau ada yang masyarakat itu bicara tentang pembangunan embong saluran air berarti masyarakat tersebut tidak terlibat, yang mana masyarakatnya atau warga yang berbicara itu, tujukan kepada saya tuturnya kades. M shobirin menambahkan dana desa (DD) dari APBD tahunya warga dan masyarakat itu pas, namun pada prakteknya dilapangan tidak sesuai. Camat dan PMD ikut juga memangkas dana desa tersebut belum lagi pajak yang harus dibayarkan ungkapanya dengan bahasa tubuh dan nada yang tidak bersahabat M shobirin menjelaskan. Kesimpulan yang dapat dipetik dari pembicaran sumseltoday.com bapak M. Shobirin ini diduga masih adanya praktek praktek yang menghambat kemajuan desa,

Setelah kami tanyakan kepada kades marta Jaya M. Shobirin apakah berita ini perlu di publikasikan, karena saudara ARM itu menyebarkan berita hoak, beliau menjawab jangan, sebab kalau di publikasikan nanti seluruh desa tidak ada lagi pembangunan apa lagi saya pernah ada kasus ungkapnya( Yos/Thorik)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *