Ekonomi

Kalangan di Pinggir Jalan Jadi Faktor Penyebab Macet di OKU

on

Baturaja, Sumseltoday.com – Ini lah negeri kita negeri indonesia dimana di negeri ini banyak budaya dan tradisi.

Beda daerah beda pula budaya dan tradisi nya.

Seperti salah satu nya pasar dadakan atau pasar tradisional, aktivitas jual beli yang hanya satu kali dalam seminggu yang ada di daerah pelosok atau jauh dari perkotaan.

Seperti di desa Belambangan yang berbatasan dengan desa Tangsi Lontar kecamatan Pengandonan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Di desa tersebut khusus nya pada hari Selasa saja, terdapat pasar dadakan atau pasar tradisonal yang sering di sebut masyarakat sekitar pasar kalangan juga pasar kaget.

Meski pasar kalangan tersebut terbilang kecil tidak sebesar pasar yang ada di kota pada umum nya namun aktivitas jual beli yang di mulai dari jam 4 subuh sampai sekitar pada pukul 10 siang di sana terbilang sangat padat.

Saking padat sehingga sering membuat kemacetan lalu lintas yang panjang hampir puluhan kilo meter yang sangat sering terjadi dan tidak bisa di hindari.

Karena lokasi pasar tersebut berada di pinggir jalan lintas sumatera selain lebar badan jalan terbilang sempit yang di bagi menjadi dua jalur jalan utama bagi kendaraan besar antar propinsi juga kendaraan lain nya.

Banyaknya supir yang mengeluh akibat terjebak kemacetan.

” iya kalau terus begini kami hanya bisa pasrah pak mau bagaimana lagi kami bisa terlambat sampai ketujuan pemerintah desa nya saja seperti tidak peduli dengan kemacetan ini seandai nya ada yang membawa penumpang yang lagi sakit bisa tambah parah ini”.

Seperti yang di sampai kan salah satu supir mobil bus besar yang mengeluh karna terjebak kemacetan dan sedang membawa penumpang antar propinsi yang nama nya tidak mau di sebut.

Terpisah, mengenai hal ini pihak aparatur desa atau kepala desa setempat yang ingin di mintai keterangan belum bisa di konfirmasi. (Hend/yos).

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *