Ekonomi

Kadin DKP OKU: Raskin di Subsidi Rp.1600 Perkilo, Rp.300 Perkilo Untuk Transport

on

BATURAJA, Sumseltoday.com – Rastra (Beras pra Sejahtera) atau yang masih sering di sebut Raskin selalu menjadi keluhan kebanyakan bagi penerimanya terutama masyarakat miskin yang tinggal di daerah atau desa.

Beras yang di peruntukan untuk masyakat yang kurang mampu ini terkadang memiliki kualitas yang di anggap tidak layak dan kurang memuaskan untuk di makan apa lagi di tambah dengan harga yang di jual ke masyakat di nilai cukup tinggi, juga setiap daerah memilki harga yang berbeda.

Soal kualitas itu bukan tanghung jawab kami.

Hal tersebut di sikapi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) OKU, Jhon Herly yang menilai masih seringnya ada nya laporan penerimaan kualitas Rastra yang di anggap jelek dan tidak layak untuk dimakan oleh masyarakat penerima, yang di sebut RTS (Rumah Tangga Sasaran).

Di katakan Jhon Herly ini mungkin karena lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan saat menerima Rastra yang dikirimkan oleh Bulog.

“Seharusnya saat diterima oleh kecamatan itu langsung dicek terlebih dahulu dengan mengguna kan alat gancu beras, nah seandainya apa bila benar kualitas Rastra itu kurang memuas kan bisa langsung ditolak dan bisa ditukar dengan yang baru ke kantor Bulog,” tegas Jhon Herly, saat dibincangi di kantor nya,kamis (2/11).

Karena, lanjut Jhon Herly, pengawasan dari pihak kecamatan ini sangat penting juga sangat membantu Sebab Raskin atau Rastra ini diorder atau ditebus oleh masing-masing desa dengan sebelum nya menggunakan dana APBN yaitu Rp.1600 perkilo nya di tambah dana APBD Rp.300 perkilo untuk transport, dana itu semua kami yang mengatur, Lalu setelah itu diserahkan kepada pihak kecamatan” imbuh nya.

“Juga peran kecamatan sangat vital dalam mengawasi pendistribusian Raskin atau Rastra kemasyarakat Kalau pengawasan ketat dilakukan oleh kecamatan saya kira persoalan kualitas Raskin atau Rastra jelek dapat dihindari. Karena jika Raskin atau Rastra yang jelek tersebut sudah diterima ditangan RTS ya kan sulit atau repot untuk menukarkannya kembali,” paparnya.

Disinggung upaya pihaknya untuk mengingatkan atau menegur pihak kecamatan agar dapat mengawasi soal distribusi Raskin ini? Menurut Jhon Herly, tentu tidak mungkin. Kerena tidak ada kapasitas oleh pihaknya melakukan hal tersebut.

“Intinya ini soal kesadaran dan tanggung jawab. Karena tidak ada kewenangan kita kalau untuk menegur apalagi sampai memberi sanksi,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu aparatur kecamatan yakni Kecamatan Baturaja melalui Camat Baturaja Timur, Lukmanul Hakim, saat hendak dimintai komentarnya terkait dinilai masih lemahnya tingkat pengawasan kecamatan soal distribusi Raskin atau Rastra, belum dapat ditemui di kantornya. (Hend/yos)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *