Berita Sumsel

Heboh..! Ikan Monster Ada Di OKI

on

OKI.Sumseltoday.com–Warga kecamatan SP. Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan mendadak dihebohkan dengan penemuan dua ekor ikan berjenis aneh dan menyeramkan.

Ikan berjenis aneh yang bentuknya seperti monster tersebut ditemukan oleh dua warga di Desa Belanti dan Desa Berkat secara tidak sengaja ketika hendak ke sungai.

Bentuk ikan berukuran besar yang kepalanya lebih mirip buaya ini baru diketahui ternyata jenis aligator fish yang merupakan jenis ikan berbahaya dan biasa hidup di Sungai Amazon, Brazil. Namun ternyata ikan ini ditemukan warga di sekitar bantaran sungai kecamatan SP Padang kabupaten Ogan Komering Ilir.

Mulanya, warga tak sengaja melihat dua ekor ikan itu muncul dipermukaan sungai, karena bingung dan penasaran melihat keanehan jenis ikan yang berbeda seperti pada umumnya, warga langsung berusaha menangkapnya dan segera melaporkannya ke Dinas Perikanan setempat.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan (SKIPM) Palembang Sugeng Prayogo membenarkan informasi tersebut.

“Warga langsung melapor ke Dinas Perikanan di OKI dan tim kami langsung turun untuk mengecek. Ternyata benar, dua ikan itu jenis Aligator,” kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (05/07).

Setelah dikunjungi oleh Sugeng Prayogo dan Tim Badan Karantina Ikan pada Rabu(04/08), warga barulah mengetahui bahwa ikan monster tersebut merupakan ikan jenis Aligator yang berbahaya dan harus diserahkan untuk dimusnahkan.

BKIPM Palembang memang secara khusus membuka POSKO PENYERAHAN IKAN INVASIF mulai tanggal 01-31 Juli 2018.

”Bapak ibu terimakasih sudah melaporkan ini kepada kami, ikan aligator ini merupakan salah satu ikan yang berbahaya bagi ekosistem dan kemungkinan bagi manusia karena bisa mencapai ukuran yang sangat besar”. ujar Sugeng.

Untuk diketahui, bahwa ikan yang dilarang masuk ke Indonesia sudah di atur melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no.41 tahun 2014, yang terdapat 152 jenis ikan yang dapat mengancam ekosistem serta manusia.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Sumatera Selatan, yang masih memiliki dan memelihara ikan berbahaya dan invasif seperti contoh ikan Aligator, Arapaima, dan ikan Piranha untuk menyerahkan secara sukarela ke BKIPM Palembang sampai dengan batas waktu yang ditentukan dari tanggal 01-31 Juli 2018. karena setelah itu kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundangan berlaku, yakni Undang-undang Perikanan no.45 tahun 2009 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara. Kedepannya kami akan melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat. Karena ikan -ikan ini sangat berbahaya”,Ujar Sugeng.(red-01)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *