Banyuasin

Gerakan Penanaman Intercropping Jagung Pada Peremajaan Karet

on

Harianpalembang.com, Sembawa – Gerakan penanaman perdana intercroping (tumpang tindih) jagung pada peremajaan tanaman karet dilaksanakan oleh Mentri Pertanian Bpk Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman, MP., dan anggota DPR RI Komisi lV Bpk Syofwatilah Moh Zaib, S.Sos.I., di Desa Pulau Garapan Kec. Sembawa Kab. Banyuasin seluas 10 Ha dari total 4.000 Ha dan Desa Mulyasari/Sukatani Kec. Tanjung Lago Kab. Banyuasin seluas 900 Ha dari keseluruhan 7.000 Ha untuk peremajaan karet yang sudah CP/CL.(9/6/2016).

Dalam sambutannya Bupati Banyuasin mengatakan ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya dan rasa terimakasih atas diselenggarakannya program Intercroping jagung dan kedelai pada peremajaan tanaman karet dalam rangka meningkatkan pendapatan petani utamanya dan meningkatkan nilai tambah bagi petani yang ada di Banyuasin karena disinyalir harga karet saat ini masih rendah, dan penanaman jagung ini belum terbiasa maka diperlukan bimbingan tehnik kepada petani, sedangkan untuk tanaman padi diwilayah Banyuasin telah memenuhi target sebesar 1.481.000 ton gabah giling.

Selain itu Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Sekda Prov. Sumsel Bpk. Mukti Sulaiman mengatakan luas tanaman karet di wilayah Sumsel 1,2 juta Ha, sedangkan di Sumsel belum ada pabrik bahan baku karet seperti pabrik Ban, sehingga hasil getah karet dibawa keluar Sumsel yang pada akhirnya harga murah, diharapkan kedepan dapat dibangun pabrik bahan baku karet untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Banyuasin merupakan kawasan ekonomi khusus. Kendala yang dihadapi masyarakat petani di Sumsel adalah kelembagaan petani antara plasma dan inti, infrastruktur areal jalan perkebunan dan Kabupaten.

Pada kesempatan itu juga anggota DPR RI Komisi IV Bpk Syifwatillah Mohzaib, S. Sos.I. menyampaikan daerah Banyuasin termasuk daerah yang paling banyak menerima bantuan dari Menteri Pertanian berupa alat mesin pertanian maupun bibit-bibit tanaman karena Banyuasin merupakan lumbung pangan Sumsel yang memerlukan perhatian pemerintah untuk dipertahankan dan ditingkatkan.

Sedangkan Bpk Menteri Pertanian mengatakan Kabupaten Banyuasin merupakan penerima bantuan dari Kementan terbesar di Indonesia yang semula menerima bantuan sebesar 384 Milyar naik menjadi 1,24 Trilyun (kenaikan 662%), pemerintah sangat memperhatikan pertanian karena Indonesia merupakan daerah agraris yang seharusnya sudah swasembada pangan namun sebagian hasil pertanian masih diimpor, oleh karenanya program intercroping ini merupakan salah satu upaya peningkatan pendapatan petani.

Dalam acara program intercroping selain penanaman jagung juga dilaksanakan penyerahan bantuan berupa Power Thresher Multiguna sebanyak 7 unit, Com Sheller sebanyak 14 unit dan Com Combine Harvester sebanyak 2 unit oleh Menteri Pertanian kepada Pemkab Banyuasin.

Hadir dalam acara tersebut Kasdam II/Swj, Aster Kasdam II/Swj, Bupati Banyuasin, Kasrem 044/Gapo, Dandim 0401/Muba, Kapolres Banyuasin, Kasiter Korem 044/Gapo, Pabung Banuasin dan SKPD Kab. Banyuasin.(rilis)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *