Baturaja

Edi, Temukan Mayat Tak Utuh Lagi

on

Baturaja, Sumseltoday.com – Sesosok mayat laki-laki lanjut usia ditemukan warga mengapung di aliran sungai ogan Desa Pandan Dulang Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Mayat tersebut pertama kali dilihat oleh Edi Ardarius warga setempat saat hendak mandi disungai ogan, Senin (12/3).

Melihat mayat yang sudah tak utuh lagi tersebut, Edi kemudian memberitahukan kepada warga sekitar lokasi Penemuan, Sontak saja kabar tersebu membuat geger warga pandan dulang yang langsung berdatangan kepinggir sungai dan menepikan serta mengikat jasad tersebut agar tak hanyut lebih jauh lagi.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari Melalui Kapolsek Semidang Aji IPDA Fausiah Tamal S.Tk mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat atas penemuan tersebut dan langsung mendatangi TKP untuk melakukan Olah tempat kejadian perkara bersama tim inafis polres OKU.

Menurutnya saat ditemukan jasad tersebut sulit untuk dikenali karena sudah rusak dan diduga jasad tersebut sudah lebih dari tiga hari dan dimakan oleh binatang saat hanyut disungai.

“ jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh Edi Ardarius saat akan mandi kesungai, saat ditemukan keadaan jenazah sudah membusuk dan sulit dikenali, dan kondisi sudah tidak utuh diduga dimakan oleh binatang saat hanyut disungai,” kata Uci Sapaan akrab kapolsek semidang aji ini.

Kemudian Pihak Polsek langsung membawa jasad pria paruh baya tersebut ke Puskesmas Pegandonan untuk dilakukan visum dan identifikasi, diketahui lanjutnya korban bernama Alio (70) warga desa tanjung pura Kecamatan Pengandonan yang hilang sejak Lima hari lalu. hal ini terungkap lanjutnya setelah ada warga Desa Tanjung Pura yang meyakini bahwa korban tersebut adalah pihak keluarganya bernama Alio yang telah hilang sejak lima hari yang lalu, korban terkahir diketahui berada dikebunnya di talang selaui desa belandang kecamatan pengandonan dan diduga saat hendak pulang menyebrang sungai korban hanyut.

“ Jenazah Korban sudah diambil oleh Pihak keluarga setelah dilakukan identifikasi dan dilakukan visum di Puskesmas pengandonan, pihak keluarga juga meyakini korban adalah anggota keluarganya,” pungkas Fausiah tamal.

Editor : FSS

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *