Banyuasin

DPRD Banyuasin : Pembangunan Vihara di Talang Buluh Ilegal

on

SUMSELTODAY.COM, BANYUASIN – DPRD Banyuasin menilai pembangunan Pusat Pendidikan Mustria Sriwijaya yang merupakan pusat pendidikan agama budha terbesar se Asia Tenggara di RT 5 Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin ilegal.

Hal ini dikarenakan tidak memperhatikan keputusan bersama menteri dalam pendirian rumah ibadah. Salah satunya rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Tidak hanya itu, dalam pembangunan ini tidak sembarang merobohkan Musholla karena rumah ibadah ini dibangun diatas lahan yang telah dihibahkan ke masyarakat.

Apalagi kawasan Desa Talang Buluh masih bermasalah karena secara administratif masuk wilayah Kota Palembang. Sama halnya dengan wilayah Tegal Binangun yang ada di Jakabaring.

” Jelas pembangunan ini ilegal dan tidak dibenarkan. Banyak masyarakat tidak setuju dengan adanya Vihara ini. Ayo berpikirlah jernih, masih banyak tempat lain kosong di Banyuasin ini, tidak mesti mau robohkan Musholla dan timbulkan konflik,” tegas Emi Sumitra Anggota Komisi 1 DPRD Banyuasin saat sidak bersama Komisi 1 DPRD Banyuasin di Talang Buluh, Selasa (28/8) siang.

Sementara itu, Wakil DPRD Banyuasin, Sukardi menegaskan sidak yang dilakukan DPRD ini ingin melihat langsung pembangunan Vihara yang saat ini menimbulkan pro kontra di masyarakat.

” Kami minta taati aturan, kita ini ada aturan, jangan asal bangun. Jangan gara-gara ini akan terjadi konflik beragama di Banyuasin,” tegasnya.

Terpisah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuasin mengatakan selama ini belum pernah sama sekali mengeluarkan rekomendasi pembangunan Vihara di kawasan itu.

Apalagi akan ada pembongkaran rumah ibadah disana dan ini tentu akan menimbulkan konflik beragama di Banyuasin. ” Ini sangat menyalahi aturan. Kami tidak berikan rekomendasi tetapi pembangunan sudah dilakukan. Sangat aneh. Apalagi Musholla disana kabarnya akan dirobohkan,” ujar Ketua FKUB Kemenag Banyuasin, Rasyid Sobri.

Ditempat sama, Humas Pusat Pendidikan Mustria, Jhonson menyebutkan pihaknya telah mengantongi izin dari Pemkab Banyuasin. Dan mereka tidak memiliki urusan dengan DPRD Banyuasin.

” Kami tidak ada urusan dengan DPRD Banyuasin, kami cuma berurusan dengan Pemkab Banyuasin,” jelasnya pada awak media.

Sebagai informasi, pembangunan Pusat Pendidikan Mustria Sriwijaya Agama Budha dan Vihara yang merupakan pusat pendidikan agama budha terbesar se Asia Tenggara ini diatas lahan seluas 62 hektar dan didekat pemukiman penduduk.

Diatas lahan ini ada dua rumah ibadah Musholla yang kabarnya akan dirobohkan dan akan diganti menjadi Vihara untuk umat Budha. (Wen)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *