OKU Selatan

Diskannak OKU Selatan Lakukan Penebaran 30.000 Benih Baung di Suangai Wai Keni

on

Muaradua, Sumseltoday.com – Bedasarkan Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melaui Dinas Perikanan dan Peternakan telah menggelar Restocking ikan di Desa Simpang Saga.

Restocking ini telah dilaksanakan pada 23 Oktober 2019 lalu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Selatan menyerahkan secara langsung 30.000 benih Ikan Baung kepada Pemerintah Desa Simpang Saga.

Mewakili Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Sekretaris Dinas Sunardi Setiadi,SP. lakukan penebaran benih Ikan (Restocking ikan) bersama Kepala Desa Simpang Saga Aruji Kartawinata di Sungai Wai Keni, Desa Simpang Saga Kecamatan Buay Runjung Kabupaten OKU Selatan.

Turut hadir Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Usaha Perikanan Don Aydil,SP.,M.M, Kepala Seksi Kawasan dan Nelayan Daan Kohara,SP, beserta staf dan masyarakat setempat.

Sekretaris Diskannak Kabupaten OKU Selatan mengungkapkan, bahwa Restocking merupakan salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum yang dianggap telah mengalami penurunan stock ikan khas lokal sebagai akibat dari tingkat pemanfaatan yang berlebihan.

“Tujuan dari pelaksanaan Restocking ini ialah untuk meningkatkan stock populasi ikan di perairan umum, melestarikan keanekaragaman sumber daya ikan, meningkatkan produksi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Perlindungan dan pengawasan sumberdaya perikanan di perairan umum wilayah Kabupaten OKU Selatan adalah upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya ikan. Termasuk ekosistem, jenis dan genetika untuk menjamin keberadaan dan kesinambangun dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragaman sumber daya ikan.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Selatan berharap untuk kedepannya, agar masyarakat di Kabupaten OKU Selatan dapat memelihara kelestarian sumber daya ikan di perairan umum. Sebaiknya dalam menangkap ikan jangan dilakukan dengan cara-cara yang dilarang, seperti penggunan boom, setrum, dan menggunakan bahan kimia.

“Karena cara-cara tersebut dapat mengakibatkan hilangnya genetika dari berbagai ragam jenis-jenis ikan dan biota air,”ungkapnya. (*)

Recommended for you