Nasional

Dinilai Sudutkan Perda Ramadhan, Kompas TV Digeruduk FPI

on

Harianpalembang.com, JAKARTA – Kedatangan Front Pembela Islam (FPI) ke Kantor redaksi Kompas Group yang berada di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Barat pada Kamis (16/6/2016) ini adalah untuk meminta klarifikasi pemberitaan Kompas TV yang dianggap berlebihan terkait kasus razia warung makan Tegal (warteg) di Serang, Banten beberapa hari lalu.

Sebagaimana yang sudah diketahui secara luas, Kompas diduga memanfaatkan peristiwa penertiban pedagang makanan oleh Satpol PP di Serang untuk menyudutkan praktik puasa ramadhan. Ibadah puasa ramadhan yang menganjurkan tenggang rasa dari para pedagang makanan untuk tidak membuka warung di siang hari, diserang oleh Kompas dan dipaksa terbalik supaya kaum muslimin yang berpuasalah yang harus tenggang rasa.

FPI menilai Kompas telah melakukan penggiringan opini publik untuk menyudutkan Perda Ramadhan di Kota Serang, dengan memanfaatkan kasus razia Warteg Saenih.

FPI menanggapi berita tersebut memiliki dampak negatif terhadap syariat Islam di Indonesia.

Sebelum mendatangi kantor Kompas kemarin, FPI telah melayangkan surat pemberitahuan sebelumnya tentang rencana kunjungannya.

Dalam Surat hari Selasa (14/06) itu, FPI mengatakan:

“Sehubungan dengan kampanye anti Syari’at Islam dengan framing kasus Warteg di kota Serang Banten yang dilakukan dengan bombardir informasi negatif terhadap bulan suci Romadhon oleh Kompas Group, maka kami Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam (DPP FPI) akan meminta penjelasan langsung maksud dan tujuan dari framing pemberitaan group Kompas”

Kompas grup termasuk salah satu jaringan media nasional yang paling aktif mengangkat kasus ini, dengan “membela” Saenih. Berita Kompas juga mengkritik Perda yang berasal dari tradisi masyarakat Islam Serang. Perda Ramadhan dianggap intoleran oleh Kompas dan diperlakukan diskriminatif melalui berita-beritanya.

“Kami ke sini ingin menyampaikan opini kami soal peraturan daerah (Perda) pada saat Kompas memberitakan soal warteg di Serang itu sepertinya menggiring opini publik tentang pelanggaran razia”, kata juru bicara FPI, Munarman di ruang Humas Kompas Group, Kamis (16/06), seperti dikutip Okezone.

Menurutnya, pemberitaan Kompas TV terkait razia warung makan milik Saeni (53) oleh Satuan Pamong Praja (Satpol PP) di Serang menyudutkan syariat Islam. “Jika mau memberitakan tolong dijaga pemberitaannya jangan menyinggung”, kritiknya.

Sementara itu, pihak Kompas melalui Humas dari Kompas Group I Widi Krastawan, menanggapi protes yang dilakukan oleh FP mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada maksud tertentu dalam pemberitaan tersebut.

Pihak Kompas juga mengucapkan rasa terima kasih terhadap peringatan yang sudah dilayangkan oleh ormas Islam itu.

“Terima kasih atas segala keterangan yang disampaikan Munarman, terkait kasus yang terjadi 8 Juni silam, yakni razia warung makan di Serang. Saya kira memang ada efek berita, tapi kami benar-benar nggak pernah punya niat jahat,” kata Widi, dalam sesi diskusi tersebut.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *