Berita Sumsel

Di Depan Ratusan Alumni UNSRI, Wakil Menteri ESDM Berceramah

on

PALEMBANG.Sumseltoday.comРWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan ceramah kepada ratusan alumni IKA Unsri yang berlangsung di acara Ifthar Ramadhan bersama pengurus Nasional IKA UNSRI diballroom Hotel Arista Palembang, Sabtu (09/06).

Dengan setelan peci hitam,celana hitam serta kemeja muslim berwarna putih, Tahar memberikan ceramah dengan gaya penyampaian yang humoris namun berkualitas.

Sambil berguyon Tahar menuturkan, “saya mau bilang ke Pak Ketua IKA kalau saya ini gak masuk 200 list loh (200 daftar Dai versi menteri agama,red,”)ujarnya.
Sontak saja pernyataannya ini mengundang gelak tawa oleh para alumni unsri yang hadir saat itu.

Lanjut Tahar menuturkan, “Tapi saya akan minta kepada Pak Menteri Agama tapi susah juga ya kalau saya yang minta. Bagaimana kalau pak ketua IKA saja,Saya juga dengar di televisi kalau Wapres membutuh 300 ribu Da’i lagi. Saya jadi takut nanti saya akan dipindahkan juga,” pungkasnya bergurau dengan expresi wajah cemas yang mengundang tawa para hadirin.

Acara yang dihadiri oleh orang nomor satu di BPK RI ini berlangsung layaknya reuni dari para alumni, dan terpantau expresi wajah yang senang dan ceria dari para alumni terutama sang ketua IKA Unsri Nasional yakni Agung firman Sampurna.

Tiga poin yang penting bisa diambil dalam penyampaian ceramah Tahar yakni, Tentang ilmu, Berlaku adil dan Kesombongan. “Saya ingin berbagi pengalaman. Sewaktu saya muda saya mendapatkan kesempatan training di Amerika.
“Hal yang pertama yang menjadi pertanyaan bagaimana saya shalat di pesawat,arah kiblatnya dan lainnya, karena waktu itu belum ada teknologi smartphone, mau telpon aja masih tombol puter (telpon jadul.red,) ujarnya.

Di Amerika memiliki maknanya berbeda tentang shalat. Ini diketahui dari pengalaman Tahar saat baru nyampe di Amerika.

“Bahasa Inggrisnya Salat kita tahu “pray” tapi ketika saya tanya mereka bilang kalau mau “pray’ (doa) bisa dimana saja, tak perlu menentukan arah”.

“ada pemahaman berbeda di Amerika.
Karena bingung menentukan arah kiblat mending saya buka peta dan saya mencari sendiri arah kiblat,” ungkap dia.

Arcandra mengingatkan untuk para Alumni walaupun berilmu agar dapat berlaku adil dan jangan sombong.

“Kenapa manusia tidak boleh sombong? Karena ilmu manusia terbatas , pengetahuannya terbatas, ada hal yang hanya Allah swt yang mengetahui sesuatu. Ilmu manusia itu sangat terbatas,makannya kita jangan sombong.(red-1).

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *