Nasional

Buruh Atau Pekerja Harusnya Diberikan Saham

on

PALEMBANG.Sumseltoday.com- Para buruh atau pekerja harusnya diberikan saham dari perusahaan tempat dia bekerja, ini demi kesejahteraan dan mencegah terjadinya demonstrasi oleh buruh. Hal ini dikatakan Ketua Dewan Pendiri Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Eggi Sudjana pada sambutannya Milad ke 22 dan Rakornas PPMI di Hotel Swarna Dwipa Palembang. Jumat(06/03).

“Seperti di Jepang tidak pernah muncul demonstrasi oleh buruh. Sebab apa? Karena buruh diberi saham dalam perusahaan,” jelasnya.

Menurut Eggi Sudjana, konsep adil dan makmur itu harus dimulai dari kalangan buruh, karena dari perintah agama juga melalui hadistnya sudah jelas.

“bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya, kalu Islam ini dijalankan dengan fungsional, maka akan terjaga integritas, kapasitasnya. Saya pernah study banding ke Jepang ternyata disana itu para buruh diberikan saham dari perusahaan tempatnya bekerja, makanya disana tidak pernah ada demonstrasi, dan ini pernah saya sampaikan ke pemerintah”, Ujar Eggi

Eggi Sudjana menambahkan,  konteks adil dan makmur dimulai dari buruh harus sinergi dengan pertumbuhan ekonomi.

“Tidak mungkin buruh sejahtera, kalau ekonomi tidak tumbuh.  Saya himbau PPMI  dalam acara rakornas ini didetilkan tujuannya, Keislaman dalam pengkaderan harus juga selalu dilakukan. Supaya kekuatan PPMI terus naik,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW PPMI Sumsel Charma Aftianto mengatakan rasa bangga yang luar biasa DPW PPMI Sumsel menjadi tuan rumah Rakornas yang dihadiri 19 DPW, 3 perwakilan PPMI luar negri dengan jumlah peserta 115 orang.

“DPW PPMI bersungguh-sungguh ingin menjalankan Rakornas, serta menyatakan sikap untuk memperluas persaudaraan dan meningkatkan kemakmuran juga mensejahterakan pekerja muslim, dan memperkuat konsolidasi pekerja muslim”, ujar Charma.

Milad ke-22 PPMI yang diisi dengan rangkaian Rakornas bertajuk “Perluas Persaudaraan Pekerja Untuk Indonesia Adil dan Makmur” Disambut baik oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya.

Dikatakan Mawardi,  usia 22 tahun bukan waktu yang singkat bagi PPMI dalam menjalankan roda organisasi. Terlebih lagi kiprah PPMI dalam perjalanannya tak perlu diragukan lagi. “Secara moral pemprov Sumsel setuju dengan PPMI untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur. Saya harapkan dari Rakornas nanti dapat melahirkan program dan rumusan bagi pekerja muslim. Saya optimis kelak dari PPMI akan lahir pemimpin Indonesia di masa mendatang”, ujar Mawardi.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *