Palembang

Bos Koran Berita Pagi Terpilih Ketua PWI Sumsel 2019-2024

on

SUMSEL TODAY.COM, PALEMBANG – Pemilihan Ketua PWI Sumsel berakhir sudah. Dalam pemilihan pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, akhirnya Firdaus Komar dari Harian Umum Berita Pagi diberikan amanah untuk menakhodai organisasi wartawan Sumsel untuk lima tahun ke depan.

Dalam pemilihan itu, Firdaus Komar mengungguli Jhon Heri dari media Jembatan Informasi dengan meraih 199 suara.Sedangkan Jhon Heri meraih 109 suara dan suara rusak delapan suara.

Proses pemilihan Ketua PWI Sumsel tergolong melelahkan. Bagaimana tidak proses pemilihannya berakhir, Minggu (27/1/2019) pukul 04.30.

Sebelumnya dua kandidat melaju dua putaran yakni Firdaus Komar dari Berita Pagi dan Jhon Heri dari media Jembatan Informasi. Dalam pemungutan suara putaran pertama Firdaus Komar meraih 155 suara, Jhon Heri 121 suara.

Sedangkan Hadi Prayogo (Sriwijaya Post) meraih 116 suara, dan Aan Saptana dari Antara Sumsel meraih 62 suara.

Pemilihan Ketua PWI Sumatera Selatan dalam Konfrensi Provinsi (Konferprov) PWI Sumatera Selatan Tahun 2019 digelar di Asrama Haji Palembang, Sabtu (26/1/2019). Ada empat kandidat yang siap bertarung untuk menahkodai PWI Sumsel untuk periode 2019-2024 mendatang.

Adapun, keempat kandidat itu adalah John Heri yang berasal dari Surat Kabar Jembatan Informasi, kemudian Firdaus Komar dari Harian Umum Berita Pagi, lalu Hadi Prayoga dari Sriwijaya Post, dan yang terakhir Aan Sartana dari Antara Sumsel.

Dalam pemilihan Ketua PWI Sumsel yang baru ini juga diketahui terdapat sekitar 463 wartawan yang memiliki hak suara. Dimana, dari total tersebut yang memberi mandat diketahui sebanyak 106 orang.

Komitmen Firdaus Komar terhadap organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tidak diragukan lagi. Sejak menjadi wartawan di harian Sriwijaya Post pada 1994 ia sudah berproses dan masuk bergabung di organisasi PWI Sumsel.

Meski banyak organisasi wartawan yang menawarkan jadi pengurus, terutama saat-saat reformasi, Firdaus tetap komitmen bergabung dengan PWI. Keaktifan pria kelahiran Muara Lakitan, Musirawas pada 8 Januari 1971 ini di PWI sudah sejak 1999.

Ia dipercaya memimpin Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumsel yang saat itu berhasil menggelar Rakernas SIWO, yaitu pertemuan pengurus SIWO se-Indonesia yang saat itu SIWO PWI Pusat dipimpin Atal S Depari.

Jalinan kerja sama dengan Atal itu juga yang akhirnya membuat Firdaus bergabung satu manajemen membidangi kelahiran koran lokal Berita Pagi di Palembang. Proses bergabung dengan Berita Pagi adalah proses panjang, setelah 11 tahun bergabung di Sriwijaya Post.

Terakhir karir di Sriwijaya Post dipercaya grup KKG (Kelompok Kompas Gramedia), menjadi salah seorang supervisor berdirinya Tribun Batam yaitu pada 2005. Setelah Tribun Batam running, Firdaus kembali ke Palembang.

Dalam sejarah kariernya, usai pulang dari Batam, Firdaus membantu Bang Atal menerbitkan Berita Pagi di Palembang. Proses komunikasi dengan Bang Atal juga akhirnya membuat Firdaus memutuskan bergabung dengan Berita Pagi dan otomatis resign dari Sriwijaya Post.

Selama menjadi wartawan di Sriwijaya Post, ia pernah menjadi juara jurnalistik yang digelar Telkom, Telkomsel, pernah juga juara menulis di LKBN Antara, juara karya tulis jurnalistik di LG, Provider XL.

Dari banyak juara lomba karya jurnalistik, perjalanan karir Firdaus juga telah menulis karya buku. Beberapa buku ditulis gabungan dengan wartawan lain yang digagas Maspriel Aries.

Selain itu dua buku yang karya sendiri yaitu judulnya Kemerdekaan pers Antara Jaminan dan Ancaman 2013, kemudian satu lagi buku yang merupakan monumental yaitu Piagam Palembang 2014.

Mengapa buku Piagam Palembang ini jadi monumental dan dicetak secara nasional serta dibagi saat Hari Pers Nasional, karena Piagam Palembang awal dari komitmen perusahaan media yang telah menandatanganinya.
Saat itu, menurut Firdaus, Piagam Palembang ditandatangani saat Hari Pers Nasional di Palembang tahun 2010. Berbarengan dengan HPN Palembang yang juga tuan rumah Porwanas dan Firdaus Komar juga dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana saat itu.

Piagam Palembang yang ditandatangani di depan Presiden SBY adalah momen sejarah yang saat ini menjadi komitmen Dewan Pers dalam membangun pers di Indonesia. Karena inti Piagam Palembang yaitu komitmen melaksanakan kode etik jurnalistik, komitmen meningkatkan kompetensi wartawan Indonesia, komitmen standar perusahaan pers , dan komitmen perlindungan profesi wartawan.

Menurut Firdaus, komitmen kompetensi wartawan itu, yang saat ini gencar dilaksanakan uji kompetensi wartawan (UKW) dan verifikasi standar perusahaan pers yang dilakukan Dewan Pers. “Alhamdulillah saya lulus yang pertama saat assessment untuk menjadi penguji UKW yang digelar PWI pusat,” ujar Firdaus sambil berpromosi.

Sejak 2017, Firdaus salah seorang yang lulus tahap pertama saat dilakukan assessment untuk menjadi penguji UKW. Komitmen membantu di kepengurusan PWI Sumsel, setelah menjadi Ketua SIWO Firdaus dipercaya sebagai Wakil Sekretaris dan dua periode menjadi sekretaris. Komitmen untuk bergabung dengan PWI tidak pernah surut dalam kondisi bagaimana pun.

Firdaus adalah lulus Strata 1 dari pendidikan Ilmu Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 1994, melanjutkan Strata 2 juga di Unsri di FISIP Jurusan Magister Administrasi Publik tamat tahun 2012. Selama di kampus selain aktif di Himpunan Mahasiswa Islam sampai memimpin Badko HMI Sumbagsel, Firdaus pernah menjadi ketua Senat Mahasiswa FKIP Unsri dan Ketua SMPT Unsri.

Wajar saja jika di mana pun Firdaus memiliki komitmen dalam organisasi. Karena keaktifan nya di jurnalistik tidak mengurungkannya aktif di berbagai organisasi, di ICMI Sumsel, KAHMI Sumsel, Dewan Pendidikan, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

Di jajaran alumni Unsri, Firdaus dipercaya di bidang organisasi dalam kepengurusan PN IKA Unsri periode 2018 sampai sekarang. Sedangkan di bidang komunitas jurnalis, Firdaus aktif di Forum Jurnalis Migas dan Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK). Satu lagi komitmen Firdaus di jurnalistik, ia membentuk Forum Kajian Jurnalisme (FKJ) Sumsel.

Melalui Forum inilah, Firdaus melakukan kerja sama dengan IMA World Health 2017, dengan program pencegahan stanting serta UNICEF dengan program kampanye imunisasi campak rubella 2018. Melalui forum ini juga Firdaus sebagai Direkturnya. Ia sudah melakukan kerja sama FGD dengan KPU Sumsel dan Ibu Frieda Amran melakukan diskusi dan bedah buku.

Menurut Firdaus, PWI saat ini sudah bagus, terbukti selalu menerima penghargaan dari PWI Pusat. Program yang sudah bagus tersebut, layak untuk dilanjutkan , terutama secara kontinyu telah melakukan UKW , bahkan beberapa kali UKW digelar gratis dengan melalui sponsor .

“Hal inilah yang perlu ditingkatkan , dan pihak ketiga juga sudah komitmen tahun 2019, akan ada beberapa kali UKW gratis bagi peserta karena disupport dari sponsor,” ujar Firdaus yang optimis menang dalam pemilihan PWI Sumsel yang digelar 26 Januari 2019.

Suami dari Anisatul Mardiah ini dikarunia lima anak. Anak pertama kuliah di Farmasi Unsri, anak kedua di Jurusan Aktuaria FMIPA Universitas Padjajaran Bandung. Masih soal program, masih di bidang pendidikan, Firdaus akan mengadakan secara reguler membuat klinik wartawan yang khusus membantu pencapaian tingkat kompetensi wartawan.

Jadi wartawan yang mau ikut klinik nanti disiapkan instruktur yang kompeten. Firdaus yang memiliki visi maju bersama melayani semua anggota PWI ini, memiliki misi akan mewujudkan sistem keorganisasian yang modern bermartabat dan berbasis digital, mewujudkan anggota PWI berkualitas profesional, beretika dan berwawasan, mewujudkan PWI Sumsel yang mampu bersinergi ke dalam dan keluar dan memiliki bargaining untuk kepentingan organisasi.

Selain meningkatkan kebersamaan dan solidaritas sesama keluarga anggota PWI, meningkatkan program pendidikan formal dan non formal seluruh anggota PWI Sumsel.

Bidang organisasi, Firdaus akan membantu untuk sistem informasi keorganisasian berbasis digital dan online, menjadikan kantor PWI sebagai pusat kegiatan wartawan, membangun journalist zone sebagai tempat nongkrong wartawan, melakukan pelatihan atau up grading serta orientasi keorganisasian PWI kabupaten/kota se Sumsel. (fajri)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *