Pendidikan

Bertepatan Sumpah Pemuda, Kuliah Akbar Kebangsaan Serentak Diikuti Mahasiswa Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

on

Palembang, Sumseltoday.com – Hari ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda (28/10) UIN Raden Fatah Palembang mengadakan Kuliah Akbar dengan tema “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme” yang diikuti oleh seluruh mahasiwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se- Sumatera Selatan di Istana Gubernur Griya Agung.

Hal ini dilakukan dalam rangka menindak  lanjuti pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia pada tanggal 25-26 September 2016 di Denpasar Bali tahun lalu. Salah satu Keputusan dari pertemuan di Denpasar Bali beberapa waktu lalu yakni, menghimbau kepada seluruh rektor untuk mendeklarasikan aksi kebangsaan melawan radikalisme kepada civitas akademika di daerah-daerah yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan upaya untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, ditargetkan seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) akan hadir  mengikuti kuliah akbar di Griya Agung dengan tema aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia.

Namun selain digelar di Sumatra Selatan, kegiatan ini  akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan 4,5 juta peserta, yang dilakukan di 350 kabupaten/kota pada 34 Propinsi dengan dosen, staf, maupun mahasiswa juga bersama-sama dengan pemerintah untuk menjaga Indonesia dari isu sara,  kebencian, fitnah dan adu domba

Prof. Drs. H. M.  Shirozi, MA. Ph.D selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden fatah Palembang. Mengatakan, kegitan  ini adalah “follow-up”  tindak  lanjut dari hasil pertemuan, rekomendasi dari acara deklarasi  kebangsaan yang  dilaksanakan di Denpasar tanggal 25-26 September yang lalu oleh para pimpinan perguruan tinggi, yaitu ada 3000 pimpinan perguruan tinggi, dan ini serentak seluruh Indonesia.

“Generasi muda khususnya mahasiswa mempunyai wawasan yang kuat,  komitmen yang kuat terhadap 4 konsensus Nasional yakni,  pancasila,  UUD, NKRI,  dan Bhineka tunggal ika, yang  kita maksud radikalisme disini  sederhana saja  yaitu memakskan kehendak, maka kita sebagai lembaga pendidikan akan  membangun peradaban Indonesia, sesuai dengan nilai-nilai ke Indonesian-an ini sangat penting di perguruan tinggi karna perguruan tinggi adalah  pusat kawah candra di muka. Potensi radikalisme ada di mana-mana terutama ada di lapisan masyarakat jadi jangan hanya pimpinan perguruan tinggi yang bergerak tokoh masyarakat juga harus bergerak tokoh agama juga bergerak Sumatera Selatan reputasinya sangat baik karna Sumatra Selatan terkenal zero konflik”, tambahnya (Rwl)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *