Palembang

Berharap Kesejahteraan, SBSI Dan FP2TKL Dukung Penuh Sarimuda-Rozak

on

PALEMBANG, Sumseltoday.com – Para buruh dan pedagang pasar, toko dan kaki lima Palembang berharap agar Ir.H.Sarimuda, MT terpilih menjadi walikota Palembang peroide 2018-2023 mendatang, karena ini demi kesejahteraan nasib para buruh dan pedagang yang tergabung dalam SBSI & FP2TKL Palembang.Hal tersebut diungkapkan Ketua SBSI Sumsel Ramli dan Ketua FP2TKL Palembang, Husni Candra, SP
Menurut Ramli, persoalan buruh seperti upah, jam kerja, cuti, dan jaminan social (pensiun, kecelakaan, dan kematian) serta jaminan kesehatan, semestinya semakin dipertegas dengan regulasi PERDA dan Peraturan Walikota Palembang,“memang ada 7 Undang Undang yang telah mengatur tentang buruh atau tenaga kerja ini, namun setidaknya jika diperkuat dengan perda dan perwali daerah akan semakin teratur masalah buruh dan tenaga kerja di daerah, seperti di kota Surabaya,”ujarnya saat jumpa pers SBSI, FP2TKL dan PATAKA Sriwijaya di ecretariat FP2TKL & SBSI Jalan Residen H, A Rozak No.1 A samping Under Pass Patal.Kamis (21/6/2018)
Dicontohkan Ramli, tenaga kerja yang bekerja di minimarket, toko, dan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja,akan lebih diperhatikan dan terjaga jika Walikota nya mengeluarkan peraturan dan secara inisistaif mengajukan PERDA ke DPRD kota Palembang. Tentunya, kata Ramli, jika sudah ada PERDA dan PERWALI tentang buruh tenaga kerja di Palembang ini, akan berlanjut dengan pengamanan pelaksanaan regulasi tersebut melalui pengawasan dan penertiban yang dilakukan oleh pihak terkait dari pemerintah, misalnya; Pol PP, Disnaker, Dispenda, Dinkes, Dinsos dan stakeholder terkait; BPJS, JAMKRINDO, BANK SUMSEL BABEL, serta pihak kepolisiaan dan kejaksaan,”tegasnya.
Sementara, Husni Candra selaku Ketua Forum Pedagang Pasar, Toko dan kaki Lima (FP2TKL) Palembang juga mengatakan, para pedagang merupakan pekerja wirausaha, tentunya juga butuh jaminan social, Tata Aman dan Nyaman dalam berdagang, dan kesejahteraan pedagang. Oleh karena itu, kata Husni, didasari oleh persatuan dan kesejahteraan bersama, FP2TKL yang merupakan gabungan dari organisasi masyarakat serta kumpulan para pedagang di Palembang, seperti P3SRS 16 Ilir, IKALISMA, APPSINDO, Paguyuban Pedagang Buah dan Sayur dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima, serta perhimpunan pedagang toko Palembang. Akan memulai
penginventarisan anggota para pedagang pasar, toko dan kaki lima Palembang, untuk
pengimplementasian Tata aman dan Nyaman berusaha serta jaminan social.
“Adanya forum ini setidaknya aspirasi para pedagang yang selalu digusur dan di pungli liar, dapat ditata ulang dengan penguatan oleh dukungan PERDA dan PERWALI, “kata Husni.
Sambungnya, Hal tersebut dapat berjalan sukses jika Walikota nya memperhatikan dan sangat peduli dengan nasib para pedagang.”Para pedagang, baik Pasar, Toko dan kaki Lima ini sesungguhnya
PEJUANG pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Retribusi resmi yang dikenakan pada para pedagang, namun nasib, tata aman dan nyaman dan jaminan social para pedagang ini kurang menjadi perhatian pemerintah kota, setidaknya diperkuatlah dengan regulasi dan penataan yang baik oleh Walikota terkait,”papar Husni.
Jika ada perhatian dan kerjasama yang baik terhadap para pedagang pasar, toko dan kaki lima dengan pmerintah kota, bukan tidak mungkin kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan besar yang sama alias saling menguntungkan,”jelas Husni
Seraya berkata bukan hanya hanya retribusi tetapi tata aman dan nyaman berdagang para pedagang pasar, toko dan kaki lima diabaikan.Kedepan, SBSI dan FP2TKL Palembang berharap agar Walikota Palembang 2018-2023 sangat memperhatikan nasib, tata aman dan nyaman, serta jaminan social para Buruh, pedagang pasar, toko, dan kaki lima di Palembang sehingga dapat mewujudkan Palembang yang Lebih maju dan kesejahteraan buruh pedagang yang terjamin. SBSI dan FP2TKL Palembang, yang telah audensi kepada Ir.H. Sarimuda, MT, berharap agar Sarimuda dapat mewujudkan hal tersebut.
Juru Bicara Ir. H. Sarimuda, MT Husni mengharapan para Buruh dan Pedagang Pasar, toko, kaki lima Palembang ini memang telah menjadi perhatian serius bagi Sarimuda, seperti yang telah tertuang dalam visi dan misi Sarimuda sebagai Walikota Palembang 2018-2023. Sejak lama, kata Husni, Sarimuda sangat sedih melihat Tata Aman dan Nyaman Pedagang pasar dan Toko, serta penggusuran dan pungli, terutama pedagang kaki lima yang kerap terjadi. Padahal, menurut Sarimuda, para Pedagang Pasar, Toko dan Kaki Lima ini merupakan ASSET terbesar bagi pemerintah kota Palembang, baik melalui PAD retribusinya maupun destinasi wisata pasar serta pendorong roda perekonomian kota.
“Sarimuda siap akan mengimplementasikan visi misinya terhadap pedagang pasar, toko dan kaki lima ini, mulai dari inventarisir para pedagang, dan regulasi serta kerjasama pihak terkait yang berhubungan dengan jaminan social pedagang tersebut.Hal yang sama terhada para buruh, Sarimuda akan memulainya dengan kerjasama dengan organisasi perburuhan seperti SBSI, untuk menginventarisir para anggota buruh yang bekerja di perusahaan, minimarket dan toko, dialog penyelesaian maslah, dan membuat PERDA inisiatif serta Perwali terhadap persoalan buruh di kota Palembang.
Dijelaskan Husni, Sarimuda, saat ini
telah banyak berhubungan baik dengan pihak pihak institusi terkait jaminan social para buruh ini. sehingga begitu regulasi telah terbentuk, akan diwujudkan jaminan social para buruh, selain itu jika sarimuda jadi walikota Palembang, akan menertibkan para penyedia kerja yang tidak memperhatikan buruh tenaga kerjanya, dengan menjunjung tinggi azaz keadialan social bagi seluruh rakyat Indonesia,”tutupnya.(HR)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *