Banyuasin III

Bandar Narkoba Kedapatan Sabu di Lapas Banyuasin

on

Bandar Narkoba Kedapatan Sabu di Lapas Banyuasin

BANYUASIN III (Banyuasin Online) – Bersih-bersih dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III, Banyuasin, dilakukan secara rutin namun insidentil. Senin (11/04) siang masih menemukan barang terlarang narkoba di dalam sel isolasi. Seorang tahanan atas nama Badarudin alias Namcik (35) terbukti menyembunyikan bahkan diduga mengedarkan narkoba dalam lingkup Lapas. Tahanan baru 2 bulan menjalani massa tahanan di sana, terpaksa diserahkan lagi ke pihak Polres Banyuasin.

Adapun barang bukti (BB) berhasil diamankan petugas Lapas Kelas III Banyuasin. Berupa, sabu-sabu yang disimpan dalam pipet dalam air mineral, bong atau alat hisap sabu, 2 buah obat kuat merek beruang, uang Rp 135 ribu, buku tabungan Bank BCA, sebuah buku rekapan, puluhan pipet air mineral, serta obat kapsul mere osagi, dan sebatang rokok.

Kepala Lapas Kelas III Banyuasin Herman Sawiran didampingi Kasubsi Kamtib Reza M Purnawan mengatakan pihaknya telah berhasil menjaring salah seorang narapidana ternyata sebagai bandar, pengedar juga pemain yang mencoba mengotori kantornya.

“Tadi kita bersih-bersih, didapatilah napi menyimpan narkoba jenis sabu, dan obat tidak wajar lainnya. Ini dalam rangka razia rutin, tapi waktunya insidentil, artinya bisa kapan saja. Supaya hasilnya akurat, alhamdulilah kita dapati napi yang mencoba mengori lapas kita,” ungkapnya.

Tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB napi atas nama Badarudin tertangkap tangan menyembuyikan narkoba berikut alat hisap sabu tersebut di bawah tempat tidurnya.

Banyuasin Online: Petugas Lapas Saat Memeriksa Barang Bukti

Barang Bukti yang diamankan Petugas

“Pelaku baru 2 bulan disini, dia dipindahkan dari Rutan di Palembang karena bermasalah disana. Sewaktu datang, kita sambut kita beri arahan, untuk tidak main-main dengan narkoba. Ternyata masih tidak mengindakan, jadi kita serahkan ke pihak kepolisian. Untuk kemudian kasusnya dikembangkan,” bebernya.

Disinggung dari mana sang bandar mendapatkan barang, kepala lapas menyerahkan sepenuhnya penyelidikan itu ke Polres Banyuasin. “Silahkan itu wewenang kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut. Yang jelas ini bukti kesungguhan kita perang terhadap narkoba, indikasi apa pegawai terlibat atau dari besukan kita selalu ketat. Nyatanya masih saja barang ada yang masuk,” ujarnya.

Padahal pelaku, tinggal menjalani sisa masa tahannya. Atas ulahnya tersebut napi Barudin terancam pasal 114 KUHP tentang peredaran narkoba.

Baca juga: Polres Oku Timur Berhasil Amankan 36 Senpi

“Pasal ini untuk bandarnya, bisa diancam 8 tahun. Padahal kasus sebelumnya sudah putus vonis 8 tahun, sekarang bakal panjang masa tahanan,” cetusnya.

Dari data pihak Lapas Kelas III Banyuasin, diketahui Badaruddin, sudah ditahan sejak 27 Desember 2013, karena sang bandar ini kedapatang BB sebanyak 10 butir ekstasi, ditambah sepaket sabu, dan sebuah timbangan digital.

“Dapat dari teman, baru sekali aku pakai pak,” ujar Badaruddin sambil tertunduk lesu, kemudian digiring dari Lapas ke Polres Banyuasin.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *