Ogan Ilir

AW Noviadi Mawardi Raih Elektabilitas Tertinggi

on

PALEMBANG.Sumseltoday.com – Suhu persaingan di Pilkada Kabupaten Ogan Ilir jadi hal yang menarik untuk dikaji oleh lembaga survey Charta Politika, hal tersebut disampaikan oleh Muslimin, Direktur riset Charta politika, pada jumpa  pers di meeting Room hotel The Zuri Palembang. Minggu (05/01)

“Kita lakukan survei beberapa waktu yang lalu dan ini menggambarkan situasi dalam periode survey tersebut, survei pilkada di Ogan Ilir ini menarik bahwa kab Ogan Ilir yang akan pilkada september 2020 mendatang merupakan salah satu daerah di sumsel yang suhu politiknya tinggi,” Kata Muslimin.

Kalau kita lihat beberapa pemberitaan di media, ada pertarungan dua figur yg muncul dilapangan dimana awalnya bersatu dan mungkin akan pisah di pilkada kali ini. “Artinya ada rezim kembar yg akan kembali bertarung, kalau kita lihat perkembangan AW Noviadi Mawardi pernah jadi petahana, kemudian akan bertarung melawan petahana, ya kedua figur ini cukup menonjol,” Imbuhnya.

Menurutnya saat ini bagi petahana, semakin tinggi tingkat kepuasan petahana, maka semakin tinggi juga peluang akan terpilih kembali. Semakin tinggi tingkat kepuasan semakin tinggi tingkat elektabilitasnya.

“Kita lihat petahana di Ogan Ilir ini, tingkat kepuasannya mencapai 60,1 persen puas, namun angka ini masih dipertengahan, harus hati-hati karena angka itu tidak tinggi dan juga tidak rendah, ketika ada calon yang cukup populer maju maka akan tergeser,” Katanya.

Dari survei yang kita lakukan antara petahana dan AW Noviandi Mawardi, maka kita dapat meskipun penantang yang sempat menjabat sebentar sebagai bupati ini masih tetap tinggi elektabilitasnya. “Ya popularitasnya bisa dikatakan tidak bergeser, jadi ini bisa jadi ancaman bagi petahana, bisa dikatakan penantang rasa petahana,” Katanya.

Menurutnya ada beberapa hal yang membuat suara AW Noviandi Mawardi tidak bergeser yakni peran dan nama besar dan popularitas Bupati Ogan Ilir dua Periode yakni Mawardi Yahya masih sangat kuat di Kabupaten Ogan Ilir.

“Selain itu faktor masyarakat yang ingin pemimpin muda juga sangat berpengaruh, nah tentunya ini sangat menguntungkan bagi calon bupati yang berusia muda,” Ujarnya. (**)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *