Asian Games 2018

Amankan Asian Games, Tim Street Crime Terus Berpatroli

on

PALEMBANG, Sumseltoday.com – Jajaran Polda Sumsel menggelar patroli kejahatan jalanan dan membentuk tim Satgas Street Crime yang ditugaskan untuk mengantisipasinya setiap titik sudut kerawanan serta berbagai tempat keramaian yang ada di Kota Palembang. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti peningkatan keamanan jelang pelaksanaan Asian Games yang bakal berlangsung pada pertengahan bulan Agustus 2018 mendatang hingga selesai pelaksanaan. Demikian yang diungkapkan Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadir Krimum) Polda Sumsel AKBP Aziz Andriansyah saat dibincangi sejumlah Wartawan, Jumat malam(03/08/2018).

Satgas Street Crime ini merupakan bagian dari Tim Rimau Sub Direktorat (Subdit) III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditresrimum) Polda Sumsel.

”Jadi sasaran kita penyakit masyarakat, pelaku tindak kejahatan jalanan seperti pencurian bermotor (Curanmor) serta pencurian dengan kekerasan (Curas),” ucap AKBP Azis Andriansyah yang juga didampingi oleh Kasubdit III Jatanras AKBP Yoga Baskara Jaya.

AKBP Azis juga menerangkan, jika pihaknya telah aktif menggelar razia terhadap preman yang kerap bersangkutan dengan kejahatan jalanan sejak satu bulan lalu, ini demi mensukseskan ajang Asian Games dimana Kota Palembang telah di percaya menjadi tuan rumah selain Ibu Kota Jakarta.

“Kalau untuk Tim Street Crime sudah cukup lama kita bentuk dan memang telah kita atur sedemikian rupa,” tambah Aziz Andriansyah.

Menurut Aziz, dibentuknya Satgas Street Crime itu juga untuk meminimalisir potensi kejahatan jalanan maupun gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), yang mungkin bisa saja terjadi bahkan mengganggu jalannya Asian Games 2018 saat berlangsung.” Tim Satgas Street Crime ini juga sudah memetakan potensi gangguan mulai dari lokasi rawan kejahatan jalanan termasuk cara bertindak serta apa yang dilakukan oleh anggota Satgas Street Crime terhadap pelaku kejahatan jalanan, apakah tindakan tegas ataupun tindakan represif,” tandasnya.(Reza).

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *