Banyuasin

6 Anggota DPRD Fraksi PAN Walkout Dari Paripurna

on

SUMSELTODAY.COM, Banyuasin – Enam anggota DPRD Banyuasin Fraksi PAN, Heriyadi, Yuan Ari Effendi, Joko Aminoto, Sriyatun, Achmad Nurcholis dan Ahmad Yani melakukan Keluar serentak ditengah sidang dalam rapat paripurna DPRD Banyuasin penyampaian nota pengantar RAPBD Perubahan Kabupaten Banyuasin oleh Pelaksana Tugas Bupati Banyuasin Ir Suman Asra Supriono MM, Selasa (19/9/2017)

Aksi tersebut menjadi perhatian peserta paripurna karena dilakukan dihadapan pimpinan ketua DPRD Banyuasin, Plt Bupati Banyuasin, Sekda, kepala OPD serta instansi terkait lainnya.

Berdasarkan informasi, aksi walkout ini berawal saat anggota fraksi PAN meminta kepada pimpinan DPRD Banyuasin yaitu Agus Salam membacakan atau mengumumkan penempatan atau perpindahan anggota komisi sebelum rapat paripurna dilaksanakan.

Namun permintaan anggota fraksi PAN tersebut tidak dihiraukan oleh pimpinan DPRD, serta anggota DPRD lainnya. Karena merasa kecewa, setelah tidak digubris oleh pimpinan DPRD serta anggota fraksi lainnya akhirnya enam anggota DPRD Banyuasin yang tergabung dalam fraksi PAN walkout dari sidang paripurna itu.

Ketika dikonfirmasi Yuan Ari Effendi ketua Fraksi PAN Banyuasin membenarkan kalau enam anggota DPRD Banyuasin yang tergabung dalam fraksi PAN lakukan aksi walkout.

”Tadi kita walkout pada saat rapat paripurna,”ucapnya didampingi Ahmad Yani dan anggota fraksi PAN lainnya kemarin.

Aksi walkout tersebut terpaksa dilakukan karena adanya proses pergantian anggota komisi di DPRD Banyuasin yang dinilai oleh fraksi PAN cacat hukum dan melanggar aturan. Ini sesuai dengan pasal 74 ayat 8 bahwa penempatan atau perpindahan anggota DPRD dalam komisi harus diumumkan pada rapat paripurna.”Akan tetapi tidak dihiraukan, sehingga tidak diumumkan pada saat itu,” bebernya.

Tidak hanya itu saja aksi walkout dilakukan, fraksi PAN Banyuasin menilai juga dalam pemilihan ketua dan anggota komisi berdasarkan komitmen bersama, yaitu fraksi yang memiliki posisi atau kursi pada pimpinan DPRD akan mendapatkan porsi ketua pimpinan komisi. ”Tapi kita fraksi, yang dapatkan posisi pimpinan DPRD tidak mendapatkan posisi dalam komisi. Baik itu ketua komisi, wakil komisi bahkan sekretaris,” ungkapnya.

Maka dari itu fraksi PAN merasa pimpinan DPRD Banyuasin telah mengkhianati kesepakatan yang telah diputuskan beberapa waktu yang lalu. Selain itu itu juga, fraksi PAN merasa aturan tatib banyak yang dilanggar pimpinan DPRD, seperti adanya anggota DPRD yang menjabat pada komisi selama tiga tahun. ”Padahal aturannya paling lama hanya 2,5 tahun saja, namun itu ada yang tiga tahun. Sehingga kita lihat banyak yang dilanggar,”jelasnya. Atas itu fraksi PAN kedepannya tidak akan bertanggungjawab atas kebijakan atau keputusan yang diambil oleh komisi di DPRD Banyuasin.

Terpisah Ketua DPRD Banyuasin Agus Salam mengatakan walkout fraksi PAN terjadi karena adanya permintaan diumumkan mengenai alat kelengkapan dewan sebelum paripurna. Namun anggota DPRD lainnya ada yang meminta untuk rapat paripurna untuk diteruskan, karena tidak menemui ada kata sepakat akhirnya fraksi PAN tiba – tiba walkout.”Saya sendiri selaku pimpinan DPRD, tidak bisa putuskan sendiri. Karena pada saat itu anggota DPRD lainnya menghendaki untuk dilanjutkan,”katanya. Jadi memang pengumuman tersebut tidak disisipkan, karena pada saat itu ia sudah membacakan tahapan paripurna.”Harusnya diawal atau diakhir paripurna, bisa diumumkan,” pungkasnya.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *